6.7 C
New York

Silaturahmi Kapolrestabes Medan ke Partai NasDem Sumut: Langkah Minta Maaf atas Salah Tangkap Ketua Iskandar di Pesawat

Published:

MEDAN – Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak, melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor DPW Partai NasDem Sumatera Utara, Kamis (24/10/2025).
Pertemuan itu menjadi sorotan publik karena dinilai sebagai bentuk permintaan maaf institusional Polrestabes Medan atas insiden salah tangkap terhadap Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar ST, yang sempat dipaksa turun dari pesawat Garuda Indonesia beberapa waktu lalu.

Insiden Salah Tangkap di Dalam Pesawat

Peristiwa itu terjadi pada Rabu malam, 15 Oktober 2025, ketika Iskandar sudah duduk di dalam pesawat Garuda Indonesia rute Medan–Jakarta.
Tiba-tiba, beberapa petugas keamanan bandara bersama aparat kepolisian mendatangi kursinya dan meminta Iskandar turun dengan alasan ia “masuk dalam daftar tersangka”.

Iskandar menolak karena tidak pernah menerima surat panggilan atau pemberitahuan resmi, namun akhirnya dipaksa turun di hadapan penumpang lain.

“Saya diperlakukan seperti teroris. Saya bukan buronan, tidak ada surat penangkapan, tapi dipaksa turun di pesawat,” ujar Iskandar kepada media usai insiden.

Belakangan diketahui, Iskandar menjadi korban salah identifikasi aparat Polrestabes Medan. Kasus itu memicu kritik tajam terhadap profesionalisme penegakan hukum dan prosedur penangkapan di ruang publik.

Langkah Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Menanggapi reaksi publik, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak langsung mendatangi kantor DPW NasDem Sumut di Jalan Mongonsidi, Medan, sebagai bentuk klarifikasi dan permintaan maaf resmi.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup dan penuh kehati-hatian itu, Calvijn mengakui adanya kesalahan prosedural dan memastikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah internal untuk menindak personel yang bertanggung jawab.

“Kami menyadari ada kekeliruan dalam proses identifikasi yang menyebabkan ketidaknyamanan. Kami menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Pak Iskandar dan jajaran NasDem,” ujar Calvijn.

Kunjungan ini juga dimaknai sebagai upaya meredam ketegangan antara aparat kepolisian dan partai politik, sekaligus membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di Medan.

NasDem Hargai Langkah Terbuka, Minta Evaluasi Serius

Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar ST, menerima langsung kehadiran Kapolrestabes Medan. Ia menyatakan menghargai sikap terbuka aparat, namun menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh atas sistem operasi kepolisian agar kesalahan serupa tidak terulang.

“Kami menghargai itikad baik Kapolrestabes yang datang langsung. Namun kami berharap tindakan nyata, bukan hanya ucapan maaf. Kejadian ini telah mencederai harga diri dan wibawa partai di mata publik,” ujar Iskandar.

NasDem, kata Iskandar, tetap berkomitmen menjadi mitra strategis dalam menjaga ketertiban dan demokrasi di Sumatera Utara, namun akan tegas menolak setiap tindakan sewenang-wenang aparat terhadap warga sipil.

Rekonsiliasi Politik dan Citra Kepolisian

Silaturahmi ini menjadi simbol rekonsiliasi antara aparat penegak hukum dan partai politik di tingkat daerah. Dalam konteks sosial politik Medan yang dinamis, peristiwa ini menandai pentingnya akuntabilitas kepolisian dalam menjaga hubungan dengan elemen sipil.

Pengamat politik lokal menilai langkah Kapolrestabes ini patut diapresiasi, namun tidak boleh berhenti di ranah simbolik. Perlu ada perubahan sistemik dalam SOP kepolisian agar tindakan salah tangkap tidak kembali terjadi.

Silaturahmi diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran Polrestabes Medan dan pengurus NasDem Sumut — pertanda bahwa, meski luka belum hilang sepenuhnya, proses pemulihan kepercayaan mulai berjalan.

Related articles

Recent articles

spot_img