9.3 C
New York

Pemerintah Siapkan Stimulus Rp32 Triliun Jelang Akhir Tahun, Dorong Belanja Rakyat di Musim Liburan

Published:

JAKARTA — Pemerintah Indonesia dikabarkan tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai US$2 miliar atau sekitar Rp32 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang musim liburan akhir tahun. Kebijakan ini disebut akan difokuskan pada peningkatan konsumsi rumah tangga dan dukungan terhadap sektor ritel yang selama beberapa bulan terakhir menunjukkan pelemahan.

Laporan Financial Times (FT) menyebutkan, rencana stimulus ini muncul setelah indikator ekonomi domestik menunjukkan perlambatan, terutama pada belanja konsumsi dan industri manufaktur ringan. Pemerintah menilai momentum akhir tahun adalah waktu strategis untuk mendorong kembali roda ekonomi melalui belanja rakyat.

Menurut sumber dari Kementerian Keuangan, stimulus tersebut akan disalurkan dalam bentuk subsidi langsung, potongan pajak sementara, dan peningkatan belanja sosial bagi masyarakat menengah ke bawah. “Fokus utama adalah memperkuat daya beli dan menjaga agar harga-harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya.

Kebijakan ini juga diharapkan menjadi langkah antisipatif terhadap ancaman perlambatan ekonomi global dan pelemahan ekspor yang mulai terasa sejak pertengahan tahun. Pemerintah menilai, menjaga konsumsi domestik menjadi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

Namun, sejumlah ekonom menilai kebijakan ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, stimulus akan memberi napas segar bagi pelaku usaha dan masyarakat berpenghasilan rendah. Namun di sisi lain, kebijakan ini berpotensi menekan ruang fiskal dan memperlebar defisit anggaran tahun depan.

“Kalau stimulus dilakukan secara terukur, dampaknya bisa positif. Tapi kalau terlalu besar tanpa efisiensi, justru bisa menekan anggaran dan memperlemah stabilitas fiskal 2026,” ujar ekonom INDEF, Bhima Yudhistira.

Sementara itu, pelaku ritel dan industri makanan-minuman menyambut positif langkah pemerintah. Mereka berharap program ini mampu meningkatkan penjualan menjelang akhir tahun, yang selama ini menjadi periode paling penting bagi sektor konsumsi domestik.

“Tahun ini daya beli terasa menurun dibanding 2024. Kalau stimulus benar-benar cair dan tepat sasaran, tentu akan sangat membantu,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey.

Langkah pemerintah ini disebut akan diuji dalam beberapa minggu ke depan, terutama bagaimana implementasi dan efektivitas distribusi dana di lapangan. Publik kini menantikan: apakah stimulus Rp32 triliun ini cukup ampuh menjaga daya beli rakyat di tengah tekanan harga, atau justru menjadi beban fiskal baru di tahun depan.

Related articles

Recent articles

spot_img