Medan — Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Sumatera Utara menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga yang menjadi korban banjir di wilayah Sumut. Melalui aksi sosial yang digelar sejak awal Desember, GPK Sumut menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana, terutama di kawasan Batang Toru yang menjadi salah satu titik terparah.
Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai respons cepat atas musibah banjir yang melanda sejumlah daerah seperti Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), Langkat, hingga sebagian wilayah Kota Medan. Banyaknya rumah yang rusak, hanyut, serta harta benda warga yang hilang terbawa arus deras mendorong GPK Sumut untuk segera turun tangan.
Ketua PW GPK Sumut, Jonson Sihaloho, menjelaskan bahwa bantuan tahap pertama difokuskan untuk masyarakat di Desa Garoga, Batang Toru, Tapsel. Daerah ini mengalami kerusakan cukup parah setelah banjir bandang membawa material lumpur, kayu, dan batu, yang menghantam permukiman warga.
“Kita semua melihat sendiri kondisi Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir. Banyak daerah terdampak, dan yang terparah adalah Tapteng serta Tapsel. Karena itu, pada tahap pertama ini kami menyalurkan bantuan ke Batang Toru,” ujar Jonson kepada wartawan, Senin (1/12/2025).
Bantuan yang diberikan GPK Sumut terdiri dari pakaian layak pakai, sembako, serta kebutuhan penting lainnya, seperti beras, gula, mi instan, dan minyak goreng. Menurut Jonson, seluruh bantuan ini berasal dari solidaritas keluarga besar GPK Sumut, para donatur, serta dukungan penuh dari jajaran PPP Sumut.
Ia menjelaskan bahwa aksi kepedulian ini tidak berhenti pada satu titik saja. GPK Sumut telah membuka posko pengumpulan donasi dan sampai saat ini telah berhasil menghimpun sejumlah besar pakaian layak pakai serta berbagai kebutuhan pokok lainnya yang akan didistribusikan ke daerah terdampak berikutnya.
“Penyaluran ini baru tahap awal. Kami masih terus membuka posko bantuan dan mengajak masyarakat untuk ikut berbagi. Bantuan yang sudah terkumpul akan kami salurkan ke daerah-daerah lain yang juga terdampak parah,” kata Jonson.
Dalam seruannya, Jonson juga mengimbau seluruh pimpinan cabang GPK di kabupaten dan kota se-Sumatera Utara agar turut bergerak dan berpartisipasi aktif. Menurutnya, solidaritas harus diwujudkan secara nyata, bukan hanya dalam bentuk pernyataan.
“Kami mengajak seluruh pengurus GPK kabupaten/kota untuk ikut ambil bagian. Ini saatnya kita membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian berat,” tegasnya.
Selain Batang Toru, GPK Sumut telah menyiapkan jadwal penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah lain seperti Tapanuli Tengah, Langkat, dan Kota Medan. Dengan cakupan bantuan yang luas ini, GPK Sumut berharap dapat meringankan beban warga yang sampai saat ini masih memerlukan dukungan logistik dan pemulihan.
Aksi sosial yang dilakukan GPK Sumut bukan hanya menyalurkan bantuan fisik, tetapi juga membawa pesan moral bahwa kebersamaan dan rasa saling peduli merupakan fondasi penting dalam menghadapi bencana. Melalui langkah sederhana namun berarti ini, Jonson berharap semakin banyak lembaga dan masyarakat yang terpanggil untuk bergerak bersama.
