10.4 C
New York

Hikayat

HIKMAH KE-30 : Ketika Allah Membukakan Pintu Ketaatan Tanpa Kebanggaan, dan Menutup Pintu Dosa Tanpa Keputusasaan

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata : النَّصُّ العَرَبِيّ «رُبَّ طَاعَةٍ أَوْرَثَتِ اسْتِكْبَاراً، وَمَعْصِيَةٍ أَوْرَثَتِ انْكِسَاراً.» Transliterasi “Rubba ṭā‘atin awrathat istikbāran, wa ma‘ṣiyatin awrathat inkisāran.” Terjemahan “Betapa banyak ketaatan...

HIKMAH KE-29 : Ketika Allah Menutup Aibmu Agar Engkau Tidak Putus Asa

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata : النِّصُّ العَرَبِيّ «لَا صَغِيرَةَ إِذَا قَابَلَكَ عَدْلُهُ، وَلَا كَبِيرَةَ إِذَا وَاجَهَكَ فَضْلُهُ.» Transliterasi “Lā ṣaghīrata idzā qābalaka ‘adluH, wa lā...

HIKMAH KE-28 : Ketika Allah Menampakkan Kekuranganmu untuk Menjagamu dari Kesombongan

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: «رُبَّمَا وَرَدَتْ عَلَيْكَ الظُّلُمَاتُ لِيَعْرِفَكَ قَدْرَ نِعْمَتِهِ عَلَيْكَ.» “Terkadang kegelapan (kesulitan, kekurangan, kegagalan) diturunkan kepadamu agar engkau mengetahui besarnya...

HIKMAH KE-27 : Jangan Mengandalkan Amal, Andalkan Allah yang Memberi Taufik

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: «مَا قَلَّ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ زَاهِدٍ.» “Tidaklah sedikit suatu amal jika ia muncul dari hati yang zuhud.” Pendahuluan Banyak orang...

HIKMAH KE-26 : “Amal yang Kau lakukan yang Tak Kau Sadari sebagai Amalmu”

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: النَّصُّ العَرَبِيُّ «أَرْجَى أَعْمَالِكَ لِلقَبُولِ عَمَلٌ لَيْسَ لَكَ فِيهِ شَهَادَةٌ.» Transliterasi “Arjā a‘mālika lil-qabūl ‘amalun laysa laka fīhi syahādah.” Terjemah “Amalmu yang paling...

HIKMAH KE – 25 : Barangsiapa Bergantung pada Orang Lain, Ia Akan Kehilangan Kedaimaian Hati

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata : «مَنْ تَوَكَّلَ عَلَى غَيْرِهِ فَقَدْ ضَاعَ»“Barangsiapa bergantung pada selain Allah, ia telah kehilangan kedamaian.” Pendahuluan Hikmah Keduapuluh Lima menekankan bahaya...

HIKMAH KE – 24 : Barangsiapa Mengharap Dunia, Hatinya Tidak Pernah Tenang

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: «مَنْ رَجَا الدُّنْيَا فَلَنْ يَرْقُدَ»“Barangsiapa mengharap dunia, hatinya tidak akan pernah tenang.” Pendahuluan Hikmah Keduapuluh Empat menegaskan bahaya mengharap dunia sebagai...

HIKMAH KE – 23 : Barangsiapa Bersandar pada Dunia, Hatinya Akan Selalu Hampa

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: «مَنْ تَوَكَّلَ عَلَى الدُّنْيَا فَقَدْ فَشِلَ»“Barangsiapa bersandar pada dunia, maka ia telah gagal.” Pendahuluan Hikmah Keduapuluh Tiga menekankan bahaya ketergantungan pada dunia....

HIKMAH Ke – 22 : Barangsiapa Bersandar Kepada Amalnya, Akan Jatuh ke Dalam Kehampaan

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: «مَنْ تَوَكَّلَ عَلَى عَمَلِهِ فَقَدْ أَفْلَسَ»“Barangsiapa bersandar pada amalnya sendiri, maka ia telah jatuh ke dalam kefakiran spiritual.” Pendahuluan Hikmah Keduapuluh dua...

HIKMAH Ke 21 : Amal karena/untuk Selain Allah, Semua Berakhir Dengan Sia-sia

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: Teks Hikmah (Arab & Terjemah): «مَا عَجِبْتُ لِمَنْ عَمِلَ لِغَيْرِ اللهِ وَطَلَبَ مَا لَيْسَ لَهُ»“Aku heran kepada orang yang beramal untuk...

HIKMAH Keduapuluh : Amalmu Tak Akan Sampai Kepada Allah Tanpa Rahmat-Nya.

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: “Seseorang tidak dapat sampai kepada Allah dengan amalnya, tetapi ia sampai kepada-Nya karena karunia dan kasih sayang-Nya.” Hikmah ini...

HIKMAH Kesembilanbelas : Jangan Bergembira Karena Amalmu, Tapi Bergembiralah Karena Allah Menganugerahimu Amal Itu

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: “Janganlah kegembiraanmu karena amal yang engkau lakukan, tetapi bergembiralah karena Allah telah menjadikannya tampak darimu.” Hikmah ini adalah pelajaran...

Recent articles