10.4 C
New York

Hikayat

HIKMAH Kedelapanbelas : Jangan Tertipu oleh Luasnya Karunia dari Allah Kepadamu, Sebab Itu Bisa Jadi Istidraj dari Allah

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: “Bila engkau melihat Allah memberi kepadamu, padahal engkau terus-menerus berbuat maksiat kepada-Nya, maka ketahuilah bahwa itu adalah istidraj...

HIKMAH Ketujuhbelas : Jangan Risau Dengan Amalmu Yang Sedikit, Karena Makrifat kepada Allah adalah AnugerahNYA bukan karena Amalmu

Hikmah ketujuhbelas dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: “Apabila Allah membukakan bagimu jalan makrifat, maka jangan hiraukan sedikitnya amalmu. Sebab Allah tidak membukakannya bagimu...

HIKMAH Keenambelas : Jangan Kau Merasa Aman Karena Kau Taat, Jangan Kau Putus Asa Karena Kau Berbuat Maksiat

Hikmah keenambelas dari Al-Hikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: “Jangan engkau merasa aman dari makar Allah, meskipun engkau berada dalam ketaatan; dan jangan pula berputus asa...

HIKMAH Kelimabelas: Menyadari Kehadiran Allah dalam Setiap Detik Kehidupan

Hikmah Kelimabelas berbunyi: «وَاعْلَمْ أَنَّ فِي كُلِّ شَيْءٍ اللَّهَ وَاحِدًا»(“Ketahuilah bahwa dalam setiap hal, Allah itu Maha Esa.”) Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari melalui ungkapan ini mengingatkan manusia...

HIKMAH Keempatbelas : Kebebasan Hati, Seni Memisahkan Diri dari yang Dicintai

dari Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: «مَا أَعْظَمَ الْفَصْلَ بَيْنَ النَّفْسِ وَالْمَا يُحِبُّ»(“Betapa agungnya pemisahan antara diri (nafs) dan apa yang dicintainya.”) Ungkapan ini menyingkap inti kehidupan...

HIKMAH Ketigabelas : Orang yang Mencintai karena Allah Adalah yang Paling Dicintai Allah

Hikmah ketigabelas dari Al-Hikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: «مَا أَحَبَّكَ إِلَى اللَّهِ، مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ»“Orang yang mencintai karena Allah, itulah yang paling dicintai oleh...

HIKMAH Keduabelas : Betapa Besar Karunia Allah bagi Mereka yang Lalai Kepada-Nya

Hikmah kedua belas dari Al-Hikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: «مَا أَعْظَمَ فَضْلَكَ عَلَى مَنْ نَسِيَكَ»“Betapa besar karunia-Mu bagi orang yang lupa kepada-Mu.” Hikmah ini menekankan...

HIKMAH Kesebelas : Menemukan Ketenangan di Balik Kegelisahan

Hikmah kesebelas dari Al-Hikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: «مَا أَشْتَدَّ عَلَيْكَ قَلَقُكَ، إِلَّا وَرَاءَهُ سَكِينَةٌ»“Tidak ada kegelisahan yang menjadi berat bagimu, kecuali di baliknya...

HIKMAH Kesepuluh: Menemukan Kebenaran di Balik Kesulitan dan Kesalahan Diri

(Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari) Hikmah kesepuluh berbunyi: «مَا أَشْتَدَّ عَلَيْكَ كَذِبُكَ، إِلَّا وَرَاءَهُ حَقٌّ»“Tidak ada kebohonganmu yang menjadi berat bagimu, kecuali di baliknya terdapat...

🌙 Hikmah Kedelapan : Tawakal adalah Penyerahan Hati yang Sempurna

(Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari) “Tawakal bukan berarti pasif, tetapi menyerahkan seluruh urusan kepada Allah setelah mengerahkan usaha dengan sungguh-sungguh.”— Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari 🌿 Pendahuluan:...

🌙 Hikmah Ketujuh : Kesabaran adalah Kunci Kesadaran Hati

(Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari) “Kesabaran adalah kunci yang membuka hati untuk mengenal Allah; tanpa kesabaran, cahaya hati tetap tersembunyi.”— Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari 🌿 Pendahuluan:...

🌙 Hikmah Keenam : Kehilangan Dunia Tidak Menghilangkan Hati yang Teguh

(Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari) “Barangsiapa melepaskan diri dari keterikatan dunia, hatinya tidak kehilangan apapun; sebaliknya, siapa yang melekat pada dunia, hatinya selalu merasa...

Recent articles