Category: Hikayat

spot_imgspot_img

HIKMAH KE-41: “Tawakal Sejati Adalah Melepaskan Segala Amal Kepada Allah”

Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: وَفِّضْ أَمْرَكَ إِلَى اللَّهِ فَإِنَّ التَّوَكُّلَ الْحَقِيقِيَّ هُوَ تَسْلِيمُ الْأَمْرِ وَالْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى Waffidh amraka ilā Allāh fa-inna at-tawakkul al-haqiqi huwa taslīm al-amri wal-‘amali ilā Allāh ta‘ālā Serahkan urusanmu sepenuhnya...

HIKMAH KE-40: Jangan Jadikan Amalmu Sebagai Jalan Menuju Tuhanmu

Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: لَا تَتَّخِذْ عَمَلَكَ وَسِيلَةً إِلَى رَبِّكَ، فَفِي الْعَمَلِ لَا سُلْطَانَ لَكَ وَإِنَّمَا السُّلْطَانُ لِلَّهِ تَعَالَى Transliterasi: Lā tattakhidh ‘amalaka wasīlatan ilā Rabbika, fa-fil-‘amali lā sultāna laka wa-innamā as-sultānu lillāh ta‘ālā Terjemahan: Janganlah engkau...

HIKMAH KE–39 : Menunda Amalmu Walau Sudah Memiliki Kesanggupan Adalah Bentuk Ketergelinciran Ruhani

Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: لَا تُؤَخِّرْ عَمَلَ الْيَوْمِ إِلَى غَدٍ فَإِنَّ ذٰلِكَ مِنْ سُوءِ الْأَدَبِ مَعَ اللهِ"Janganlah engkau menunda amal hari ini sampai esok, karena itu termasuk buruknya adabmu kepada Allah." Pendahuluan Maknawi Jika pada...

HIKMAH KE–38 : Kesungguhan Pada Hal Hal yang Sudah Dijamin Allah dan Kelalaian Pada Hal Hal yang Dituntut Allah Tanda Padamnya Basirah

Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: اجتهادُكَ فيما ضُمِنَ لك، وتَقصيرُكَ فيما طُلِبَ منك، دليلٌ على انطماسِ البصيرةِ منك “Kesungguhanmu terhadap sesuatu yang telah dijamin bagimu (rezeki dan dunia), dan kelalaianmu terhadap apa yang dituntut darimu...

HIKMAH KE–37 : Amal Itu Badan, Keikhlasan Itu Ruh — Hilang Ruh, Maka Amal Menjadi Mayat

Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata dalam al-Hikam: أَلْأَعْمَالُ صُوَرٌ قَائِمَةٌ وَأَرْوَاحُهَا وُجُودُ سِرِّ الإِخْلَاصِ فِيْهَا “Amal-amal itu hanyalah bentuk (jasad) yang berdiri; dan ruhnya adalah adanya rahasia keikhlasan di dalamnya.” Pendahuluan Maknawi Hikmah ini memasuki dimensi inti...

HIKMAH KE–36 : Hakikat Kekayaan Adalah Ketidakbutuhan kepada Makhluk, Bukan Banyaknya Kepemilikan Dunia

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata : الْغِنَى هُوَ غِنَى النَّفْسِ، أَمَّا مَنْ لَا يَسْتَغْنِي عَنِ الْخَلْقِ فَلَا يَجِدُ حَلَاوَةَ الْعِبَادَةِ وَلَا لَذَّةَ الْقُرْبِ Terjemahan: Hakikat kaya adalah kayanya jiwa. Adapun siapa yang masih...

HIKMAH KE–35 : Ketergantungan Kepada Makhluk Adalah Bukti Kurangnya Pandangan Hati Kepada Allah

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata : النَّظَرُ إِلَى الْخَلْقِ لَا يَكُونُ إِلَّا مِنْ عَدَمِ النَّظَرِ إِلَى الْحَقِّ Terjemahan: Memandang makhluk (sebagai sumber ketetapan, penentu hasil, dan tempat bergantung utama) hanya terjadi karena kurangnya...

HIKMAH KE–34 : Tanda Orang Yang Bergantung Pada Amal — Bukan Pada Allah

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata : نُقْصَانُ الْعَمَلِ مَعَ وُجُوْدِ الِاسْتِغْفَارِ خَيْرٌ مِنْ كَثْرَةِ الْعَمَلِ مَعَ وُجُوْدِ الْإِعْجَابِ Terjemahan :Kekurangan amal yang disertai istighfar jauh lebih baik daripada banyak amal yang disertai...
Follow us
0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
Instagram
Most Popular